Kegagalan Arsitek Dalam Perancangan

Pemilik dan Insinyur Gedung yang Roboh di Bangladesh Ditangkap

Sebanyak 352 pekerja tewas akibat robohnya gedung garmen.

Minggu, 28 April 2013, 08:07Aries Setiawan

Gambar

Gambar

Pabrik garmen ambruk di Bangladesh(REUTERS/Andrew Biraj )

 

VIVAnews – Sebuah pabrik di Bangladesh roboh dan menewaskan ratusan orang. Jumlah korban tewas menjadi 146 orang dan diduga masih akan terus bertambah. Tim SAR masih mencoba membongkar beton yang roboh, untuk mengevakuasi orang-orang yang diyakini banyak terjebak di reruntuhan bangunan. Tim Pencari berusaha membuat terowongan di reruntuhan beton bangunan untuk masuk ke bagian dalam. Tim SAR membawa pasokan air minum, senter dan peluit bagi orang-orang yang terjebak di dalam reruntuhan.

Pabrik garmen berlantai lima itu runtuh di daerah Savar, dekat Kota Dhaka, Bangladesh. Bangunan itu runtuh, beberapa saat setelah para pekerja mengeluhkan adanya retakan dalam bangunan tempat mereka kerja dan retakan makin membesar. Namun saat itu manajer pabrik meyakinkan pekerja bahwa bangunan itu dalam kondisi aman.

Sekitar beberapa jam kemudian bangunan itu runtuh. Menteri Perumahan Bangladesh mengatakan bangunan pabrik itu melanggar aturan konstruksi bangunan dan pelakunya akan dihukum berat.

Mahbubur Rahman Tapas dan Balzul Samad Adnan, dua orang pemilik pabrik garmen di Bangladesh yang roboh beberapa waktu lalu, ditahan kepolisian, Sabtu kemarin. Selain itu, polisi juga menahan dua insinyur yang membuat bangunan itu.

Seperti dilansir Reuters, Minggu 28 April 2013, sebanyak 352 orang tewas dan lebih dari 900 orang masih belum ditemukan akibat robohnya gedung garmen di Bangladesh itu. Diketahui, perusahaan garmen itu mempekerjakan lebih dari 3.000 orang.

Para pejabat setempat mengatakan, gedung Rana Plaza yang dibangun di pinggiran ibukota Dhaka itu telah dibangun tanpa izin yang benar. Selain itu, ada kesalahan pada struktur bangunannya. Ditambah dari kesaksian para pekerja yang menemukan retakan di dalam bangunan.

Kepala Polisi Distrik Dhaka, Habiburahman mengatakan, dua insinyur yang terlibat dalam pembangunan gedung itu dijemput di kediaman mereka Sabtu pagi. Kedua insinyur itu ditangkap karena menolak peringatan untuk tidak membuka bangunan setelah dilihat ada keretakan pada beberapa pilar bangunan.

Tapas dan Adnan, adalah pemilik pabrik New Wave Buttons dan New Wave Style. Keduanya menyerahkan diri Sabtu pagi dan langsung ditahan oleh polisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s